Guyub Rukun Sekolah dan Masyarakat: Rawat Lingkungan dengan Semangat, Ubah Sampah Jadi Berkah!

WINONGAN – Lingkungan yang bersih dan sehat adalah cerminan dari hati yang peduli. Atas dasar semangat itulah, Pokja Pengelolaan Sampah Adiwiyata SMP Negeri 1 Winongan kembali bergerak menyebarkan virus kebaikan lingkungan. Mengusung tema kebersamaan, aksi kali ini menyoroti indahnya “Guyub Rukun” antara pihak sekolah dan masyarakat dalam merawat bumi, sekaligus membekali peserta didik dengan keterampilan pelestarian alam yang aplikatif.
Merawat lingkungan tidak bisa dilakukan secara instan atau sendirian. Diperlukan sinergi yang hangat, kerja keras yang penuh semangat, serta edukasi yang berkelanjutan agar budaya peduli lingkungan ini mengakar hingga ke generasi masa depan.
Menghidupkan Semangat “Guyub Rukun”
Aksi nyata kali ini terasa sangat spesial karena kental dengan nuansa gotong royong (guyub rukun). Para guru, kader Adiwiyata, peserta didik, hingga warga sekitar melebur menjadi satu tanpa sekat. Dengan senyum dan canda tawa, mereka bahu-bahu membersihkan lingkungan dan memilah sampah. Semangat menyala ini membuktikan bahwa ketika sekolah dan masyarakat bergerak dalam satu irama, tantangan lingkungan seberat apa pun akan terasa ringan.
Namun, Pokja Pengelolaan Sampah tidak ingin aksi ini berhenti di sekadar bersih-bersih. Sebagai lembaga pendidikan, SMP Negeri 1 Winongan berkomitmen memberikan life skill (keterampilan hidup) kepada siswa agar mampu mengelola sampah secara mandiri dan kreatif.
Aksi 1: Menyulap Sampah Organik Menjadi Pupuk Kompos Cair (POC)
Dapur sekolah dan guguran daun di halaman seringkali menghasilkan sampah organik yang melimpah. Di tangan kreatif Pokja Pengelolaan Sampah dan para siswa, limbah ini disulap menjadi barang bernilai guna tinggi melalui pembuatan Pupuk Organik Cair (POC).
Dalam sesi edukasi ini, peserta didik diajarkan langkah-langkah praktis:
- Pemilahan & Pencacahan: Siswa mengumpulkan sisa sayuran, buah, dan dedaunan, lalu mencacahnya hingga halus.
- Proses Fermentasi: Bahan organik tersebut dicampur dengan air, larutan gula (sebagai sumber makanan bakteri), dan bioaktivator seperti EM4.
- Penyimpanan: Campuran dimasukkan ke dalam wadah tertutup (inkubator) yang dipasang selang kecil untuk sirkulasi gas selama masa fermentasi (sekitar 10-14 hari).
Edukasi ini mengajari siswa bahwa sampah dapur bukanlah akhir, melainkan awal dari nutrisi baru yang menyuburkan tanaman di sekolah maupun di rumah warga.
Aksi 2: Kreasi Upcycling Pot Cantik dari Galon Le Minerale Bekas
Jika sampah organik diubah menjadi pupuk, lalu bagaimana dengan sampah plastik berukuran besar? Jawabannya adalah Upcycling (Daur Peningkatan Mutu)!
Pokja Pengelolaan Sampah mengajak peserta didik dan warga memanfaatkan galon bekas Le Minerale menjadi pot tanaman yang estetik dan bernilai seni. Prosesnya pun sangat seru dan melatih kreativitas:
- Pemotongan: Galon bekas dipotong rapi secara horizontal atau dibentuk pola unik (seperti lekukan pot atau karakter lucu).
- Pelubangan: Bagian bawah galon diberi lubang kecil sebagai jalur drainase air tanaman.
- Pengecatan (Sentuhan Seni): Menggunakan cat akrilik berwarna-warni, siswa dengan antusias melukis galon tersebut. Ada yang bermotif batik, karakter hewan, hingga pola abstrak yang penuh warna.
Hasilnya? Deretan pot cantik warna-warni siap menghiasi sudut-sudut kelas dan pekarangan warga, membuat lingkungan tampak lebih asri, segar, dan hidup!
“Melalui kegiatan ini, kami ingin anak-anak tahu bahwa menjaga lingkungan itu seru dan bisa menghasilkan karya yang indah. Ketika sekolah dan masyarakat guyub rukun, sampah yang tadinya membawa masalah justru berubah menjadi berkah,” – Ketua Pokja Pengelolaan Sampah.
Mari Terus Jaga Semangat Ini!
Langkah kecil yang diajarkan di SMP Negeri 1 Winongan hari ini adalah investasi besar untuk masa depan bumi. Terima kasih kepada seluruh warga, guru, dan peserta didik yang telah menunjukkan bahwa dengan semangat gotong royong, kita mampu merawat lingkungan sekaligus mengasah kreativitas tanpa batas.
Yuk, mulai dari sekarang, kurangi sampahmu, pilah dari rumah, dan ubah menjadi karya bermanfaat!
